01
Sep
2020

Kenali Skor Kredit Anda

Di Amerika Serikat, credit score sangat penting karena akan menentukan apakah seseorang dapat memperoleh kredit dari bank atau tidak, atau bahkan menentukan nasib seseorang apakah ia diterima bekerja atau tidak di perusahaan. Skor kredit juga digunakan untuk menentukan tingkat bunga pinjaman bagi seseorang. Mereka yang memiliki skor kredit baik akan menerima kredit dengan tingkat bunga yang lebih rendah daripada yang memiliki skor kredit rendah. Oleh karena itu, warga AS selalu berusaha untuk tidak mendevaluasi kreditnya.

Penggunaan nilai kredit sebagai dasar pertimbangan pemberian kredit di negara maju telah berlangsung selama puluhan tahun. Di Amerika Serikat pada awalnya, dasar untuk menentukan skor kredit seseorang hanya berasal dari surat kabar seperti berita tentang penangkapan, pernikahan, promosi, termasuk berita tentang pertengkaran keluarga, kehidupan seks, aktivitas politik, dan lainnya. Sama sekali tidak ada unsur ilmiah dalam menentukan nilai kredit. Pada tahun 1956 William Fair dan Earl Isaac mulai menggunakan data untuk memprediksi kemungkinan debitur potensial gagal melunasi utangnya.

Pada saat itu, seseorang akan diklasifikasikan sebagai calon debitur berdasarkan lamanya orang tersebut memiliki telepon, berada di alamat yang sama, bekerja di perusahaan yang sama, dan usia orang tersebut. Fair dan Isaac kemudian mendirikan biro konsultan yang produknya berupa lembar evaluasi kemudian disosialisasikan kepada bank dan nasabah perbankan. Beredarnya kartu skor ini telah menarik perhatian regulator hingga Undang-Undang Pelaporan Kredit yang Adil (FCRA) diberlakukan pada tahun 1970 yang mewajibkan lembaga kredit untuk memberikan informasi kredit hanya kepada pihak-pihak dengan tujuan yang sah (sah). dan membutuhkan biro kredit untuk menjamin keakuratannya dan memberi pelanggan hak untuk melihat dan mengoreksi informasi yang tidak benar.

Bagaimana dengan Indonesia? Berbeda dengan kelahiran biro perkreditan di Amerika Serikat yang awalnya dimulai oleh swasta (kemudian diadopsi oleh regulator), di Indonesia lahir biro perkreditan diawali oleh para regulator yang pada masa itu adalah Bank Indonesia dengan menerbitkan Bank Indonesia. Nomor 15/1 / PBI / 2013 tanggal 18 Februari 2013 tentang Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan. Bank Indonesia menggunakan penunjukan resmi Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) untuk biro perkreditan.

Salah satu pertimbangan dalam penerbitan peraturan No. 1/15 / PBI / 2013 adalah sejauh mana penerapan Sistem Informasi Debitur yang dilakukan oleh Bank Indonesia meliputi data penyediaan dana dari lembaga keuangan dan pembuatan informasi standar perkreditan. Dengan peraturan ini, pihak lain, termasuk swasta, memiliki kewenangan untuk mengelola dan memberikan informasi mengenai kredit nilai tambah (value added services). Pengertian pinjam meminjam atau menghibahkan sendiri tercantum dalam penjelasan Pasal 45 ayat (2).

Penjelasan tersebut menyebutkan bahwa informasi yang memiliki nilai tambah antara lain informasi berupa credit score, fraud warnings, customer profile, tracking dan evaluasi. Skor kredit merupakan hasil pengolahan data kredit yang diperoleh LPIP dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dioperasikan oleh Badan Jasa Keuangan (dahulu disebut Sistem Informasi Debitur yang dioperasikan oleh Bank Indonesia) dan data lain yang diperoleh LPIP dari lembaga keuangan dan / atau lembaga non keuangan yang bekerja sama dengan LPIP.

Jadi, tidak seperti data kredit standar yang diperoleh melalui SLIK (dulu SID), skor kredit dapat memberikan gambaran apakah calon debitur memiliki risiko tinggi, sedang, atau rendah, tergantung skornya. Semakin tinggi skor seseorang, semakin rendah risikonya, yang berarti semakin mereka layak mendapatkan kredit. Bagaimana cara mendapatkan skor kredit? Anda bisa mengunjungi salah satu biro kredit atau LPIP yang ada.

Salah satu biro kredit yang ada di Indonesia adalah Biro Kredit Pefindo yang sudah beroperasi sejak Maret 2017. Proses mendapatkan skor kredit tidaklah rumit. Yang harus Anda lakukan hanyalah mengirimkan fotokopi KTP Anda dan tentunya petugas biro kredit akan melalui proses identifikasi pelanggan atau know your customer (KYC) untuk memastikan Anda benar-benar orang yang namanya tertera pada salinan kartu identitas yang ditampilkan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *