25
Sep
2020

Jenis-jenis batik parang yang tersedia di pasaran

Seiring berjalannya waktu, batik wanita Parang memiliki lebih banyak penggemar. Hingga tidak hanya tipe sebelumnya, namun tipe baru mulai bermunculan. Beberapa yang beredar dipasaran adalah:

Parang Patah.

Dulu, jenis ini paling sering digunakan para pangeran untuk berperang. Mungkin karena itulah, Parang Rusak kini populer di kalangan pria. Model tegas yang dimilikinya memberikan kesan maskulin bagi siapa saja yang memakainya.

Golok Barong.

Motif besar dari jenis Barong membuatnya banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kaos atau permata. Motif Barong juga sudah banyak diadopsi dan dipadukan dengan warna dasar cerah seperti biru. Bahkan, beberapa instansi menggunakannya sebagai seragam kantor.

Batik Klitik.

Sesuai dengan sejarah dan filosofi model tersebut. Klitoris sangat dihargai oleh wanita saat ini. Jenis ini banyak digunakan sebagai kombinasi dalam pembuatan berbagai model pakaian wanita. Biasanya dipadukan dengan kain berwarna polos.

Batik Siobog.

Siobog juga merupakan gaya yang populer di kalangan pria. Penataan pola tersebut sangat cocok digunakan sebagai bahan kaos. Apalagi jika digunakan untuk acara resmi. Model Siobog mampu memberikan efek yang bersih.

Batik Parang Kusumo.

Parang Kusumo memang identik dengan wanita Jawa. Bisa dikatakan motif ini merupakan cerminan dari wanita Jawa. Setiap detail motif batik mencerminkan kecanggihan. Artinya hidup harus dilandasi perjuangan untuk menemukan keharuman jasmani dan rohani.

Cara membuat batik parang

Tingginya nilai seni batik tidak hanya dinilai dari motif atau coraknya, tetapi juga dari kerumitan proses di balik keindahannya. Berikut langkah-langkah membuat batik parang yang mungkin belum Anda ketahui:

1. Pemilihan kain.

Langkah pertama dalam membatik adalah memilih jenis kainnya. Sutra sangat cocok jika Anda berniat membuatnya untuk acara khusus. Jika hanya untuk sehari-hari, bahan katun merupakan pilihan yang umum.

2. Cuci kain.

Tahap selanjutnya adalah mencuci. Minyak camplong dengan campuran soda biasa digunakan untuk pencucian tekstil. Fungsinya agar kain menyerap warnanya secara optimal dan juga membuatnya tidak pudar.

3. Sorot kain batik.

Setelah dicuci dengan minyak camcong dan soda, kain tersebut kemudian akan dicelupkan ke dalam air panas. Kemudian keringkan di bawah sinar matahari selama beberapa menit untuk menghilangkan zat penguat sebelumnya.

4. Gambar pola.

Pada titik ini, pola digambar di atas kain. Pola biasanya digambar terlebih dahulu di atas kertas perkamen. Baru setelah itu dapat dideteksi pada permukaan kain. Tapi bisa juga digambar langsung ke permukaan kain dengan menggunakan pensil atau dimiringkan.

5. Proses membatik.

Dalam proses ini, lilin akan mulai ditarik ke atas kain secara miring. Proses ini biasanya dimulai dengan nglowong (menggambar garis besar model dan isen-isen). Dalam proses menenun ada istilah pengecekan yang artinya mengisi pola-pola yang telah dibuat. Misalnya mata. Ada juga istilah nruntum dimana prosesnya hampir sama dengan isen-isen tetapi dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi.

6. Kain hem.

Walling adalah proses menutupi bagian-bagian kain yang tidak ingin Anda warnai atau yang tidak ingin Anda tambahkan warna lain. Bagian yang tertutup tidak akan bisa menyerap warna selama proses pewarnaan. Oleh karena itu disebut nembok, karena tampaknya berfungsi sebagai pembatas.

7. Pewarnaan atau pewarnaan.

Kemudian kain bisa diwarnai dengan cara merendamnya dalam pewarna cair. Proses ini diulangi sampai diperoleh warna yang diinginkan. Tidak jarang seorang pengrajin mewarnai lebih dari tiga kali.

8. Cuci kain.

Setelah proses pewarnaan selesai, langkah selanjutnya adalah pencucian terakhir. Dimana kain tersebut akan direbus menggunakan air panas untuk melarutkan sisa lilin.

9. Pengeringan akhir.

Sampai pada tahap terakhir yaitu mengeringkan atau mengeringkan. Dalam proses ini batik tidak dijemur langsung di bawah sinar matahari. Namun, dikeringkan di tempat teduh dan hanya ditayangkan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *